Jurnal Fatwa Hukum
Vol 7, No 4 (2024): E-Jurnal Fatwa Hukum

PELAKSANAAN UPACARA ADAT BEGELAK PADA MASYARAKAT DAYAK SUHAID DI DESA GURUNG KABUPATEN KAPUAS HULU

NIM. A1011201046, VINSENSIA NANDA (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Dec 2024

Abstract

AbstrackThis research was conducted in Gurung Village, Seberuang District, Kapuas Hulu Regency, West Kalimantan, among the Dayak Suhaid Indigenous Community. The Dayak Suhaid indigenous people still highly value the existence of their customs. This existence can be seen from the Begelak traditional ceremony which is still carried out in the village. The begelak ceremony is Begelak is a ceremony of giving food or offerings to supernatural beings carried out by the Dayak Suhaid community with the aim of asking the ancestral spirits to protect humans and nature from unwanted disturbances such as natural disasters, disease and other magical disturbances.The formulation of the problem in this research is what factors cause the implementation of the Begelak traditional ceremony in the Dayak Suhaid indigenous community in Gurung Village, Seberuang District, Kapuas Hulu Regency to experience a shift. In this research the author uses an empirical legal research method with a descriptive analysis approach, namely describing and analyzing a situation as it existed at the time this research was conducted. The form of research uses library research (Library Research) and field research (Field Research) by conducting interviews and distributing questionnaires to respondents.Based on the results of the analysis, the following results were obtained that the implementation of the Begelak traditional ceremony among the Dayak Suhaid community in Gurung Village was still carried out in accordance with the original provisions but experienced a shift in the offering of offerings or sacrifices. Factors causing the shift include economic, religious and social culture. The legal consequence of not carrying out the Begelak traditional ceremony is spiritual sanctions. The spiritual sanction is crop failure and the worst is unnatural death. Efforts made by traditional functionaries to preserve the Begelak traditional ceremony include providing an understanding to the community about how important it is to carry out the Begelak traditional ceremony.Kata Kunci :   Adat Begelak, Dayak Suhaid, Ceremony.      Abstrak  Penelitian ini dilakukan di Desa Gurung Kecamatan Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, pada Masyarakat Adat Dayak Suhaid. Masyarakat adat Dayak Suhaid masih sangat menghargai keberadaan adat istiadatnya. Keberadaan ini bisa dilihat dari upacara adat Begelak yang masih dilakukan di desa tersebut. Upacara begelak adalah Begelak adalah upacara pemberian makan atau sesajen kepada makhluk gaib   yang dilaksanakan oleh masyarakat   Dayak Suhaid dengan tujuan meminta kepada roh leluhur untuk menjaga manusia dan alam dari gangguan yang tidak diinginkan seperti bencana alam, penyakit, dan gangguan magis lainnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah faktor apakah yang menyebabkan pelaksanaan upacara adat Begelak pada masyarakat adat Dayak Suhaid di Desa Gurung Kecamatan Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu mengalami pergeseran. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif analisis yaitu   memaparkan dan menganalisa suatu keadaan sebagaimana adanya pada saat penelitian ini dilakukan. Bentuk penelitian menggunakan penelitian kepustakaan ( Lybrary Research ) dan penelitian lapangan ( Field Research ) dengan cara melakukan wawancara dan menyebarkan angket kepada responden.Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil sebagai berikut bahwa pelaksanaan upacara adat Begelak pada masyarakat Dayak Suhaid di Desa Gurung masih dilakukan sesuai dengan ketentuan asli nya namun mengalami pergeseran dalam persembahan sesajen atau kurban persembahannya. Faktor penyebab terjadinya pergeseran antara lain adalah   ekonomi,agama, dan sosial budaya. Akibat hukum tidak dilaksanakannya upacara adat Begelak adalah mendapatkan sanksi spiritual. Sanksi spiritual tersebut adalah terjadinya gagal panen dan yang terparahnya adalah terjadinya kematian yang tidak wajar. Upaya yang dilakukan fungsionaris adat untuk melestarikan upacara adat Begelak antara lain adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya pelaksanaan upacara adat Begelak.  Kata Kunci :   Adat Begelak, Dayak Suhaid, Upacara

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...