Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi yang digunakan guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa, khususnya di jenjang sekolah dasar. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru, kepala sekolah, dan siswa yang mengalami kesulitan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar yang umum dialami siswa meliputi disleksia (kesulitan membaca), disgrafia (kesulitan menulis), dan diskalkulia (kesulitan berhitung). Guru memiliki peran penting dalam menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kebutuhan siswa melalui strategi yang beragam, seperti pemantauan individu, pemberian motivasi, serta penggunaan metode belajar yang interaktif. Kompetensi profesional guru menjadi faktor utama dalam efektivitas penanganan kesulitan belajar. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung semua siswa, termasuk mereka yang mengalami hambatan akademik.
Copyrights © 2025