Abstrak: Tulisan ini menyajikan hasil penelitian arkeologi yang mengungkap sisi agraris dariKesultanan Banten, berdasarkan peninggalan irigasi dari abad ke 17. Tercatat dalam sejarah bahwasebuah rekayasa dilakukan untuk membangun tata air dalam skala besar untuk pertanian intensifdi pesisir Banten. Pembangunan itu diprakarsai Sultan Ageng yang bergelar Tirtayasa. Melaluipendekatan excavasi bukti-bukti jejak hidro-arkeologi ditemukan kembali, tersebar di antara SungaiCiujung, Sungai Cidurian dan Sungai Cipasilihan. Ragam peninggalan antara lain berupa bekaskanal-kanal, tanggul buatan, jembatan, pintu air, dan bangunan pengontrol air. Pendekatan adaptasimanusia dan lingkungan digunakan untuk menjelaskan kemampuan teknik membangun tata air, yangmerupakan tindakan dan konsekuensi dari upaya mengatasi problem situasi lingkungan setempat, dan menyatukannya dalam sebuah sistem besar. Rekayasa teknologi hidrolika ini, diselenggarakan untuk mendukung kebutuhan pangan. Bukti-bukti itu, menunjukan ketangguhan rekayasa pengelolaan tataair, pada masa itu.Kata Kunci: Kesultanan Banten, Sultan Ageng Tirtayasa, Teknologi, Pertanian, Irigasi. Abstract. Irrigation of Tirtayasa: Water Management Technique of the Sultanate of Banten in the17th century. This paper presents the results of archaeological research that revealed the agriculturalsideview of the Sultanate of Banten, based on the findings of the irrigation features of the 17th century.It has been recorded in history that an engineering done to build a water management system in alarge scale for intensive agricultural purposes in the coastal region of Banten. The opening of theagricultural land was initiated by Sultan Ageng also known epithet of honor as Tirtayasa. Varietyof finding features include former canals, artificial embankments, bridges, water gates and watercontrol building. Human adaptation and environmental approaches used to describe the ability ofthe technology to build the water system, which is an actions and consequences of efforts to solveproblems of the local environmental situation, then put it together in a large system. The hydraulicsengineering, held in support of food security. All the evidence, showing toughness engineered watermanagement system, at that timeKeywords: Sultanate of Banten, Sultan Ageng Tirtayasa, Technology, Agriculture, Irrigation.
Copyrights © 2013