Amerta
Vol. 24 No. 1 (2006)

PEMUKIMAN DI LINGKUNGAN BIARO (STUDI TERHADAP BIARO MANGALEDANG, PADANG LAWAS) (THE SETTLEMENT WITHIN THE BIARO AREA (A STUDY ON BIARO MANGALEDANG AT PADANG LAWAS))

Susetyo, Sukawati (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Jan 2024

Abstract

ABSTRAK. Biaro Mangaledang merupakan salah satu bagian dari percandian Padang Lawas yang secara administrasi berada di Dusun Torna Tambang, Desa Mangaledang Godang, Kecamatan Portibi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Sebagai sebuah bangunan pemujaan yang difungsikan pada sekitar abad ke 11-14 tentu saja ada yang mengelola bangunan tersebut yaitu merawat dan menggunakannya. Untuk itulah dalam tulisan ini dicoba mencari tahu apakah ada permukiman kuna di lingkungan biaro. Berdasarkan hasil test-pit di beberapa lokasi yang diduga sebagai tempat bermukim ditemukan indikasi adanya permukiman yang sejaman dengan Biaro Mangaledang berupa fragmen keramik Cina abad ke-10-14 M, yaitu dari masa Dinasti Song abad ke-10- 13 M serta Dinasti Yuan abad ke-13-14 M. Namun demikian karena lokasi temuan berada sangat dekat dengan Sungai Sirumambe (berjarak 50 meter) masih diragukan apakah artefak tersebut in-situ. Keraguan didasarkan pada lapisan tanah berupa hamparan kerakal menyerupai bekas sungai (lama?), yang menimbulkan dugaan bahwa artefak tersebut terbawa oleh banjir. Tulisan ini belum dapat menyimpulkan siapa yang bermukim di lokasi tersebut, hanya dapat memberikan gambaran bahwa permukiman kuno di sekitar Biaro Mangaledang memang ada. ABSTRACT. The Settlement within the Biaro Area (A Study on Biaro Mangaledang at Padang Lawas). Mangaledang biaro is a sanctuary building that was used in 11-14th century AD. The biaro was a part of Padang Lawas temples that is administratively located at Dusun Torna Tambang, Desa Mangaledang Godang. Kecamatan Portibi in South Tapanuli. In this paper, it would be analyzed the correlation between the ceramic- earthenwares found with the possibility of people living according to the test-pit in the vicinity of the biaro. The ceramics are known from Yuan and Song Dynasty from China in the same century era as the biaro, 10-13th AD and 13-14th AD respectively. Due to the fact that the location of artefacts found were near to the Sirumambe river, which is about 50 meters from the biaro, and the other facts which indicated of flood. This research it is still hard to conclude if there were people living around the biaro.

Copyrights © 2006






Journal Info

Abbrev

amerta

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Starting at Volume 40 Number 2 December 2022, AMERTA’s objective is to promote the wide dissemination of the results of systematic scholarly inquiries into the broad field of archaeological research in proto-history and history chronology themes in the Indonesian Archipelago. The primary, but not ...