Industri manufaktur memainkan peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, namun menghadapi tantangan efisiensi dan adopsi teknologi. Review ini bertujuan mengevaluasi penerapan berbagai metode perencanaan sistem kerja, seperti System Development Life Cycle (SDLC), Soft System Methodology (SSM), Prototyping, dan Waterfall, untuk meningkatkan produktivitas di sektor manufaktur Indonesia. Metode yang digunakan meliputi tinjauan literatur sistematis terhadap 865 studi yang relevan dari tahun 2019 hingga 2023. Hasil review menunjukkan bahwa penerapan SDLC mampu mengurangi kesalahan pencatatan dan mempercepat pelaporan. SSM terbukti meningkatkan efisiensi fasilitas melalui desain sistematis dan integrasi solusi operasional. Prototyping mempercepat pengembangan aplikasi manufaktur dengan respons cepat terhadap perubahan kebutuhan, sedangkan Waterfall meningkatkan akurasi dalam pendataan pekerja. Meski demikian, terdapat kesenjangan penerapan teknologi di UKM manufaktur yang memerlukan solusi lebih terjangkau. Review ini memberikan wawasan tentang efektivitas metode perencanaan sistem kerja untuk meningkatkan daya saing industri manufaktur.
Copyrights © 2025