Kecerdasan buatan (AI) telah membawa dampak besar di berbagai bidang, termasuk dunia bisnis. Teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi dan membuka peluang kolaborasi antara manusia dan mesin untuk menciptakan nilai tambah. Meski demikian, penerapan AI juga menimbulkan sejumlah tantangan, seperti persoalan etika, perlindungan privasi, dan tanggung jawab hukum yang membutuhkan perhatian serius. Analisis mengenai pengaruh AI dalam bisnis menunjukkan berbagai tantangan, mulai dari biaya implementasi yang tinggi, kebutuhan infrastruktur yang memadai, hingga dampaknya terhadap lapangan kerja. Selain itu, pentingnya regulasi yang jelas untuk mengatur tanggung jawab hukum terkait penggunaan AI, khususnya di Indonesia, juga menjadi sorotan. Berbagai temuan mengungkapkan bahwa penciptaan nilai berbasis AI melibatkan hubungan yang kompleks antara manusia dan mesin. Tantangan utama yang teridentifikasi adalah belum diakuinya AI sebagai subjek hukum di Indonesia, yang memperumit penentuan tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan AI. Selain itu, investasi besar dan kesiapan infrastruktur menjadi aspek krusial yang perlu diperhatikan dalam implementasi teknologi ini. AI memiliki potensi besar untuk mendorong efisiensi dan menciptakan nilai tambah dalam bisnis, namun penerapannya juga memunculkan berbagai tantangan yang harus diselesaikan. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang lebih jelas guna memastikan penerapan AI yang etis dan bertanggung jawab. Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat berperan sebagai pendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025