Pengelolaan persediaan bahan baku merupakan aspek penting dalam operasional perusahaan manufaktur untuk memastikan kelancaran produksi dan meminimalkan biaya operasional. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah metode Min-Max Stock, yang menetapkan batas minimum dan maksimum untuk persediaan guna menghindari kekurangan (stockout) atau kelebihan (overstock). Kajian ini menganalisis efektivitas metode Min-Max Stock dalam pengelolaan persediaan bahan baku di perusahaan manufaktur. Berdasarkan berbagai studi literatur, metode ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan, terutama pada perusahaan dengan permintaan yang stabil. Namun, tantangan muncul pada perusahaan dengan permintaan fluktuatif, yang memerlukan kombinasi metode lain, seperti Economic Order Quantity (EOQ) atau teknologi berbasis machine learning, untuk meningkatkan akurasi peramalan permintaan. Penelitian ini juga menekankan pentingnya penyesuaian metode sesuai karakteristik perusahaan untuk mencapai hasil optimal. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi perusahaan manufaktur untuk mengintegrasikan metode Min-Max dengan pendekatan lain guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen persediaan.
Copyrights © 2025