Gangguan muskuloskeletal (MSDs) menjadi salah satu tantangan utama dalam kesehatan kerja di sektor industri. Hal ini umumnya dipicu oleh postur kerja yang tidak ergonomis, tingginya aktivitas fisik, dan kurangnya pemahaman pekerja terkait teknik kerja yang aman. Melihat tingginya risiko tersebut, diperlukan evaluasi berbasis metode untuk mencegah dan menangani masalah MSDs. Kajian ini bertujuan untuk mengukur risiko MSDs pada pekerja industri melalui penerapan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Nordic Body Map (NBM) sekaligus mengidentifikasi penyebab utamanya. Hasil kajian menunjukkan lebih dari 60% pekerja masuk dalam kategori risiko tinggi, dengan punggung bawah (40%) dan leher (30%) sebagai area yang paling terdampak. Metode REBA mengidentifikasi aktivitas seperti pengangkatan beban manual dan posisi duduk membungkuk sebagai penyebab utama, sementara NBM menyoroti ketidaknyamanan signifikan di beberapa bagian tubuh. Kajian ini merekomendasikan penerapan pelatihan ergonomi, desain ulang tempat kerja, penggunaan alat bantu kerja, serta rotasi tugas untuk menekan risiko MSDs. Langkah-langkah ini terbukti mampu mengurangi insiden MSDs, meningkatkan kesehatan pekerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan aman.
Copyrights © 2025