Transformasi strategi pertahanan siber menjadi krusial di tengah ancaman yang semakin kompleks dalam era digital. Penelitian ini menganalisis integrasi kecerdasan buatan sebagai solusi strategis untuk meningkatkan keamanan siber melalui pendekatan sistemik dan manajerial. Dengan memanfaatkan metode kajian literatur (SLR), studi ini menemukan bahwa teknologi Artifitical Intellegence, termasuk pembelajaran mesin dan pembelajaran yang mendalam, mampu mendeteksi ancaman secara real-time, memprediksi pola serangan baru, serta menganalisis data besar dengan efisiensi tinggi. Namun, adopsi Artifitical Intellegence menghadapi tantangan signifikan, seperti bias data, risiko serangan terhadap AI, secara tantangan regulasi dan etika. Pendekatan sistemik mencangkup integrasi teknologi dengan infrastruktur keamanan yang ada, sementara pendekatan manajerial berfokus pada penguatan kebijakan, pelatihan sumber daya manusia, dan pengelolaan risiko. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat hambatan, integrasi AI memberikan potensi besar untuk meningkatkan ketahanan terhadap ancaman siber di masa depan, dengan menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi keberlanjutan.
Copyrights © 2025