Artikel ini akan merekonstruksi H. O. S. Tjokroaminoto, sosok pemimpin besar Sarekat Islam era kolonial Belanda dari narasi novel Hijrah: Perjalanan Tjokroaminoto tahun 1912-1934. Artikel ini menggunakan metode penelitian mikro-histori dari buku, jurnal, novel atau karya sastra lainnya yang mendukung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologis-historis Pierre Bourdieu secara multidimensional (sosial, politik, dan ekonomi) yang merujuk pada novel karya Tiara Nur Alifia dan Puspatriani Nur Hidayanti “Hijrah: Perjalanan Tjokroaminoto” sebagai pedoman utama dengan sumber lain yang menopang artikel ini. Tjokroaminoto lahir pada tanggal 16 Agustus 1882 di Desa Bakur Madiun Jawa Timur. Kepemimpinan H.O.S Tjokroaminoto menekankan pada perasaan persatuan yang harus ada dalam tiap anggota Sarekat Islam. Menyikapi kenyataan rakyat Indonesia yang sesungguhnya. H.O.S Tjokroaminoto mengatakan bahwa dalam diri rakyat Indonesia masih terlalu sedikit perasaan persatuan dan kebangsaan. Untuk itu, peneliti tertarik akan sifat sosialis Tjokroaminoto dengan memadukan Islam sebagai jalan perdamaian.
Copyrights © 2024