Keamanan sistem jaringan komputer akhir-akhir ini banyak menjadi pusat perhatian. Belum lama ini banyak terjadi tindak kejahatan siber yang disebabkan adanya celah kerentanan dalam sistem jaringan. Celah tersebut dimanfaatkan oleh attacker dalam mengeksploitasi sumber daya yang ada dalam sistem. Akibatnya beberapa perusahaan harus mengalami kebocoran data atau serangan sistem. Salah satu penyebab celah kerentanan sistem dapat terjadi karena tindakan pihak internal perusahaan, misalnya karyawan tidak menyadari telah mengakses web yang tidak sah dan kemudian terjebak dalam penipuan online atau phishing. Dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk memitigasi terjadinya phishing tersebut. Penulis menggunakan metode DHCP Snooping dan port security dengan tujuan membatasi akses dari perangkat yang tidak sah untuk memberikan layanan DHCP kepada klien, sehingga dapat menghindari terjadinya manipulasi pada server DHCP dan mencegah terjadinya DNS Spoofing. Hasinya, sebelum dilakukan teknik DHCP Snooping, dari 10 kali percobaan klien request IP ke server DHCP, prosentase klien mendapatkan IP DHCP dari server DHCP Authorized adalah 50% sisanya dari server DHCP Rogue (attacker). Kemudian setelah dilakukan DHCP Snooping, prosentase klien mendapatkan IP DHCP dari server DHCP Authorized adalah 100%. Untuk menambah keamanan sistem jaringan, penulis menambahkan metode port security pada switch yang terhubung ke server, sehingga hanya authorized server yang dapat terhubung ke jaringan.
Copyrights © 2024