Film sebagai media komunikasi tidak hanya menyampaikan pesan hiburan, tetapi juga menjadi ruang ritual budaya yang membentuk cara masyarakat memahami realitas, termasuk praktik keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana film Bidaah merepresentasikan wacana keagamaan dan berkontribusi dalam pembentukan identitas kolektif Muslim Malaysia melalui simbol, narasi, dan praktik komunikasi Islam yang dikonstruksi secara sinematik. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough yang memfokuskan pada tiga dimensi analisis: teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Teori Media sebagai Ritual dari James W. Carey digunakan sebagai landasan konseptual untuk memahami fungsi film sebagai medium pemaknaan kolektif. Data diperoleh melalui observasi film, dokumentasi transkrip dialog, dan analisis simbol visual.Hasil penelitian menunjukkan adanya dua kutub wacana yang dihadirkan dalam film, yaitu kelompok pemurni yang cenderung otoriter serta kelompok muda yang lebih kritis dan reflektif. Ritual keagamaan dalam film digunakan sebagai metafora atas dominasi simbolik yang dapat menimbulkan penyimpangan pemahaman agama apabila tidak berlandaskan nilai-nilai Islam yang substantif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinema berperan signifikan sebagai media refleksi kritis serta penguatan literasi keagamaan dalam konteks sosial-keagamaan kontemporer
Copyrights © 2025