Penelitian ini mengeksplorasi Havruta, sebuah metode pembelajaran dialogis yang berakar pada tradisi intelektual Yahudi, dan relevansinya dengan pendidikan teologi Kristen kontemporer di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis tekstual dan studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa Havruta secara efektif meningkatkan pemahaman teologis, keterampilan berpikir kritis, dialog konstruktif, dan pembentukan komunitas pembelajaran partisipatif. Secara teologis, Havruta mewujudkan epistemologi dialogis yang memperlakukan pembelajaran sebagai ruang untuk pertemuan rohani; secara pedagogis, ia mendorong pergeseran dari instruksi hierarkis ke keterlibatan yang egaliter dan reflektif. Studi kasus ini mengungkapkan bahwa mengintegrasikan Havruta ke dalam kelas teologi mendorong pengalaman belajar yang lebih dinamis, kolaboratif, dan berlandaskan konteks. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan Havruta melalui integrasi kurikulum, pelatihan fasilitator, adaptasi digital, dan kontekstualisasi dengan nilai-nilai lokal Indonesia. Havruta disajikan sebagai model pedagogi transformatif yang mampu membentuk pemimpin rohani yang relevan, reflektif, dan dialogis untuk masyarakat pluralistik saat ini.
Copyrights © 2025