Film berfungsi untuk menyampaikan pesan melalui tanda-tanda dan simbol-simbol yang memberikan makna dan memungkinkan berbagai interpretasi oleh khalayak yang menontonnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi penonton film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja tentang pesan dan fenomena cyberbullying yang disampaikan melalui film tersebut. Pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi Stuart Hall digunakan dalam penelitian ini. Informan penelitian terdiri dari lima orang yang merupakan penonton film Budi Pekerti yang aktif menggunakan media sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teori encoding-decoding Stuart Hall. Teknik keabsahan data diperoleh dengan triangulasi sumber. Penelitian ini menemukan bahwa dari lima informan, empat berada pada posisi dominan, menerima pesan film untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan menolak tindakan cyberbullying dan satu informan berada pada posisi negosiasi menerima pesan etika dari film tetapi menganggap cyberbullying sebagai fenomena sosial yang wajar.
Copyrights © 2024