Mahasiswa rantau akan dihadapkan dengan situasi-situasi dan tuntutan baru yang dapat memicu stress. Untuk menghadapai tuntutan dan situasi tersebut maka diharapkan memiliki psychological well-being agar tidak menghambat dalam proses perkuliahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan psychological well-being pada mahasiswa rantau pasca pandemic. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan Sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah partisipan sebanyak 200 responden. Alat ukur dukungan sosial menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MPPS), alat ukur psychological well-being menggunakan Ryff Psychological Well-Being Scale. Hasil perhitungan uji korelasi product moment dari Karl Pearson antara dukungan sosial dengan psychological well-being diperoleh pearson correlation sebesar 0,659 dengan sig.= 0,004 (p<0,05) Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan psychological well-being. Studi ini menyarankan bahwa meningkatkan dukungan sosial dan psychological well-being bagi mahasiswa perantau menjadi peran penting dalam menjalani perkuliahan.
Copyrights © 2024