Artikel ini membahas tentang dampak kampanye boikot produk kecantikan terhadap persepsi dan loyalitas konsumen milenial. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain survei, penelitian ini menunjukkan bahwa kampanye boikot memiliki pengaruh signifikan terhadap persepsi merek dan loyalitas konsumen. Temuan menunjukkan bahwa konsumen milenial yang terpapar kampanye boikot cenderung memiliki persepsi negatif terhadap merek yang terlibat, yang kemudian berdampak pada penurunan loyalitas merek. Analisis data menunjukkan adanya korelasi negatif yang kuat antara kampanye boikot dengan loyalitas merek, memperkuat argumen bahwa kampanye boikot dapat merusak citra merek dan mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Namun, penelitian ini juga mengungkap bahwa perusahaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan konsumen melalui upaya permintaan maaf yang tulus dan tindakan perbaikan yang nyata. Implikasi praktis dari temuan ini adalah bahwa perusahaan kecantikan harus mengembangkan strategi komunikasi krisis yang efektif dan proaktif untuk mengatasi dampak negatif dari kampanye boikot dan mempertahankan loyalitas konsumen milenial. Selain itu, pemantauan terus-menerus terhadap perubahan nilai-nilai dan ekspektasi konsumen milenial juga penting agar perusahaan tetap relevan dan selaras dengan tren pasar.
Copyrights © 2024