Inovasi pelayanan publik berperan dalam optimalisasi kinerja pelayanan publik, hal ini sangat penting dalam rangka meningkatkan daya saing daerah dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Populasinya adalah 39 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Pemrosesan instrumen menggunakan PLS pintar. Hasil penelitian menunjukkan nilai t statistik sebesar 2,201 lebih besar dari t tabel (1,645) dan P Values 0,014 < alpha 0,05 maka hipotesis terdukung artinya Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Inovasi ; Nilai t statistik sebesar 0,359 lebih kecil dari t tabel (1,645) dan P Values 0,360 > alpha 0,05 maka hipotesis tidak didukung artinya kinerja pegawai tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi; Nilai t statistik sebesar 1,021 lebih kecil dari t tabel (1,645) dan P Values 0,360 > alpha 0,05 sehingga hipotesis tidak didukung artinya kepemimpinan transformasional tidak mampu memoderasi hubungan budaya organisasi dengan inovasi. Nilai t statistik sebesar 1,670 lebih besar dari t tabel (1,645) dan P Values 0,047 < alpha 0,05 maka hipotesis terdukung artinya kepemimpinan transformasional mampu memoderasi hubungan kinerja karyawan dengan. inovasi
Copyrights © 2024