Indonesia, dengan populasi sekitar 275 juta orang, menghadapi peningkatan konsumsi listrik yang diproyeksikan mencapai 433 TWh pada tahun 2032, dengan 66% pembangkit listriknya masih bergantung pada batu bara yang berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon. Penelitian ini bertujuan menentukan konfigurasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang optimal secara teknis dan ekonomi untuk rumah dengan daya 1300 VA di Indonesia, khususnya Sumatera Barat, dengan memanfaatkan potensi energi surya yang besar. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Konfigurasi PLTS Atap dengan modul fotovoltaik merk TopHiku pada sudut 2° dan smart inverter merk deye 1300 Watt adalah yang paling optimal, menghasilkan 1.809,58 kWh per tahun dengan kontribusi energi terbarukan sebesar 37,77%, serta performa ekonomi terbaik dengan NPC Rp 89.277.250 dan COE Rp 1.125,32/kWh, menjadikannya pilihan investasi cepat balik modal dengan periode pengembalian hanya 13,83 tahun.
Copyrights © 2024