Konsep langit dalam Al-Qur'an sangat unik karena digambarkan tanpa pilar, berbeda dengan konsep langit di Barat, dan memberikan perspektif yang berbeda tentang alam semesta dengan konsekuensi filosofis yang signifikan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk membahas konsep langit yang ditemukan dalam Al-Qur'an, menjelaskan betapa unik dan hebat konsep tersebut, dan mempelajari bagaimana konsep tersebut memiliki makna filosofis dalam kehidupan sehari-hari. Studi ini menganalisis simbolisme langit tanpa tiang yang ditemukan dalam Al-Qur'an dan membandingkannya dengan perspektif Barat. Studi ini menemukan bahwa konsep langit dalam Al-Qur'an mewakili tempat spiritual daripada tempat fisik. Tidak seperti perspektif Barat yang melihat tiang sebagai komponen struktural, tiang dalam Al-Qur'an sering dianggap sebagai representasi kekuatan dan stabilitas iman. Dalam Islam, simbolisme langit tanpa tiang berfungsi sebagai simbol kesatuan dan ketidakberpihakan. Pemahaman konsep langit tanpa tiang yang ditemukan dalam Al-Qur'an memiliki konsekuensi praktis dalam kehidupan sehari-hari karena mendorong sikap terbuka dan inklusif. Dengan memahami konsep ini, kita dapat lebih memahami kebijaksanaan Al-Qur'an dalam memahami alam semesta dan menjalani kehidupan yang layak.
Copyrights © 2024