Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengalaman kebahagiaan anak korban perceraian. Anak korban perceraian sendiri pada awalnya akan merasakan dampak negatif akibat perceraian orang tuanya. Namun ketika anak korban perceraian memasuki usia dewasa awal maka mereka sudah bisa memikirkan apa yang harus dilakukan untuk kedepannya. Kedewasaan ini membawa anak korban perceraian kepada bangkit dari keterpurukan yang sebelumnya dialami. Setelah bangkit tentunya anak korban perceraian akan menemukan kebahagiaan di dalam dirinya. Partisipan pada penelitian ini adalah tiga anak dari orang tua yang bercerai lebih dari satu tahun, sudah bangkit dari keterpurukan, dan berusia diantara 18-25 tahun. Jenis penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologis dengan teknik interpretative phenomenological analysis. Hasil penelitian ini adalah anak korban perceraian memiliki kebahagiaan seperti mendapatkan yang diinginkan, pulih, menerima dukungan sosial dan faktor pendukung yang mengikuti seperti rasa syukur, religius, cara mengatasi masalah, dan pembelajaran yang didapatkan. Kata Kunci : Anak korban perceraian, Kebahagiaan, Orang tua bercerai
Copyrights © 2024