Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bahasa Gaul vs Bahasa Baku: Tantangan Komunikasi Pendidikan Generasi Z pada Siswa SMK Manajemen Perkantoran di Kota Bandung Kurnia, Kurnia; Sumarlen, Kesya Nabila; Azzahra, Khalisha Nabil; Putri, Meisya; Rustama, Muhammad Azhar Bintang; Rizkyanfi, Mochamad Whilky
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26771

Abstract

Dalam dunia pendidikan, komunikasi yang efektif memegang peranan penting dalam mencapai hasil pembelajaran dan membangun hubungan profesional yang baik. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan aspek tantangan komunikasi pendidikan dalam proses pembelajaran pada siswa SMK jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis di kota Bandung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan penyebaran dan pengisian angket. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa Generasi Z cenderung lebih nyaman menggunakan bahasa gaul dalam komunikasi sehari-hari. Bahasa gaul dinilai lebih ekspresif dan santai. Dalam pendidikan, sebagian besar siswa menyatakan bahwa mereka lebih antusias dan mudah memahami materi pelajaran apabila guru menyampaikan dengan bahasa yang tidak formal. Namun, mereka tetap menyadari pentingnya pemahaman bahasa baku. Oleh karena itu untuk mengatasi komunikasi tidak efektif antara siswa dan guru, diperlukan pelatihan komunikasi, pembiasaan membaca buku ilmiah sebelum pembelajaran, serta penerapan peraturan atau tata tertib penggunaan bahasa formal selama jam pelajaran.
Pengalaman Kebahagiaan Pada Anak Korban Perceraian Putri, Meisya; Adri, Zakwan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengalaman kebahagiaan anak korban perceraian. Anak korban perceraian sendiri pada awalnya akan merasakan dampak negatif akibat perceraian orang tuanya. Namun ketika anak korban perceraian memasuki usia dewasa awal maka mereka sudah bisa memikirkan apa yang harus dilakukan untuk kedepannya. Kedewasaan ini membawa anak korban perceraian kepada bangkit dari keterpurukan yang sebelumnya dialami. Setelah bangkit tentunya anak korban perceraian akan menemukan kebahagiaan di dalam dirinya. Partisipan pada penelitian ini adalah tiga anak dari orang tua yang bercerai lebih dari satu tahun, sudah bangkit dari keterpurukan, dan berusia diantara 18-25 tahun. Jenis penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologis dengan teknik interpretative phenomenological analysis. Hasil penelitian ini adalah anak korban perceraian memiliki kebahagiaan seperti mendapatkan yang diinginkan, pulih, menerima dukungan sosial dan faktor pendukung yang mengikuti seperti rasa syukur, religius, cara mengatasi masalah, dan pembelajaran yang didapatkan. Kata Kunci : Anak korban perceraian, Kebahagiaan, Orang tua bercerai