Evaluasi lahan pada dasarnya adalah membandingkan persyaratan yang diminta oleh suatu penggunaan lahan yang akan diterapkan. Evaluasi kesesuaian lahan sangat penting dilakukan karena lahan memiliki sifat fisik, sosial, ekonomi, dan geografi yang bervariasi atau lahan diciptakan tidak sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan tambak budidaya udang windu di Pulau Tarakan. Penentukan kelas kesesuaian lahan tambak yaitu pengambilan sampel air, tanah tambak, faktor topografi, dan infrastruktur. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Metode pengambilan sampel menggunakan purpossive sampling method. Penyusunan matriks kesesuaian lahan budidaya udang windu dilakukan dengan menggunakan kriteria kesesuaian lahan disusun berdasarkan parameter kualitas lingkungan yang relevan atau sesuai dengan kegiatan budidaya udang windu. Setiap variabel kualitas air, tanah tambak, topografi dan infrastruktur dibagi dalam tiga kelas yaitu sangat sesuai (S1) nilai 3, sesuai (S2) nilai 2, sesuai marjinal (S3) nilai 1. Tingkat kepentingan masing-masing variabel ditentukan dalam bentuk pembobotan (pairwaise comparison, bagian dari AHP). Penentuan bobot kesesuaian lahan tambak budidaya udang windu ditentukan berdasarkan pendapat pakar dengan menggunakan metode perbandingan berpasangan. Analisis pembandingan berpasangan akan menghasilkan bobot tiap kriteria, disertai dengan nilai rasio konsistensi (CR)<10 %. Berdasarkan hasil perhitungan kesesuain lahan tambak budidaya udang windu di Pulau Tarakan termasuk kategori S1 dan S2. Hal ini menunjukkan bahwa lokasi tambak udang windu dilihat dari parameter tanah, air, topografi dan infrastruktur masih layak digunakan unutk budidaya udang windu. Namun salah satu parameter kualitas tanah tambak yang harus diperhatikan adalah pH tanah. Oleh karena perlunya dilakukan pengapuran tanah tambak, agar pH tanah memenuhi Baku Mutu berdasarkan Kepmen KP No. 75 Tahun 2016 yaitu >5,5.
Copyrights © 2025