Program Keluarga Berencana (KB) bertujuan untuk membantu pasangan dalam mengatur jumlah dan jarak kelahiran guna meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menurunkan angka kematian ibu dan anak. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD, MOW, MOP, dan implan merupakan pilihan yang efektif dan efisien. Namun, penggunaan MKJP masih rendah dibandingkan dengan metode kontrasepsi jangka pendek, salah satunya di UPTD Puskesmas Babulu. Berbagai faktor, seperti tingkat pendidikan, pengetahuan, dan dukungan suami, diduga memengaruhi keputusan akseptor dalam memilih KB MKJP. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB MKJP pada akseptor KB di UPTD Puskesmas Babulu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik cross-sectional. Sampel terdiri dari 75 akseptor KB MKJP yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square serta Fisher Exact. Hasil: penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,004), pengetahuan (p=0,002), dan dukungan suami (p=0,003) terhadap penggunaan KB MKJP. Simpulan: Akseptor dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, pengetahuan yang baik, dan dukungan suami yang positif lebih cenderung memilih MKJP dibandingkan dengan metode kontrasepsi lainnya.
Copyrights © 2025