Abstrak Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana implementasi kebijakan terkait peran Pemerintah Kota Probolinggo dalam mendorong keberhasilan Program One Pesantren One Product (OPOP), yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan peran pesantren dan UMKM lokal. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, memanfaatkan wawancara mendalam terhadap 12 informan kunci serta observasi lapangan yang berlangsung selama tiga bulan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun pemerintah daerah telah mengambil langkah-langkah strategis dalam mendukung implementasi program, sejumlah kendala masih menghambat efektivitas pelaksanaan, seperti lemahnya koordinasi dan minimnya pelatihan kewirausahaan. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa perlu ada penguatan peran pemerintah dalam memberikan pendampingan berkelanjutan dan fasilitasi pelatihan bagi pelaku pesantren dan UMKM. Rekomendasi utama mencakup pengembangan kapasitas institusi pelaksana dan perbaikan sinergi antar pemangku kepentingan guna mengoptimalkan program OPOP. Kata Kunci: implementasi kebijakan, Peran Pemerintah, OPOP, Pemberdayaan Pesantren, UMKM.
Copyrights © 2025