Penelitian ini akan membahas tentang bagaimana masyarakat suku Betawi beragama Islam mempertahankan identitas budaya dan prinsip hidupnya di tengah arus globalisasi yang kian pesat. Globalisasi sendiri menjadi tantangan bagi kebudayaan lokal untuk tetap eksis dan bertahan tanpa kehilangan identitasnya. Sebagai suku asli dari Jakarta yang memiliki kekayaan warisan budaya, suku Betawi dikenal dengan kehidupan sosialnya yang sangat erat dan penerapan nilai-nilai agama Islam yang menjadi landasan dalam kehidupan masyarakat Betawi Muslim. Dengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat suku Betawi memegang teguh prinsip-prinsip hidup mereka dalam beragama, berbudaya, dan bermasyarakat. Meski di era modernisasi, masyarakat Betawi masih menjaga dan mewariskan kebudayaan lokal mereka kepada generasi muda melalui komunitas, kegiatan sosial, serta pertunjukan kebudayaan. Selain itu, masyarakat suku Betawi juga memegang teguh prinsip beragama mereka sebagai landasan hidup. Masyarakat Betawi menunjukan bahwa budaya, agama, dan sosial bisa berjalan berdampingan untuk mempertahankan identitas mereka.
Copyrights © 2025