Kemampuan membaca pemahaman merupakan dasar penting dalam keberhasilan belajar siswa, tetapi masih banyak siswa kelas 3 SD yang menghadapi kesulitan dalam membaca dan memahami teks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peran Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pengambilan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi GLS berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa, melatih keterampilan berpikir kritis, serta mampu menganalisis dan memberikan penilaian terkait teks yang dibaca. Kendala utama dalam implementasi GLS meliputi kurangnya dukungan fasilitas, waktu pelaksanaan yang terbatas, dan rendahnya keterlibatan orang tua. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua serta penyediaan fasilitas yang memadai dan pelatihan literasi bagi guru. Implementasi GLS yang efektif berpotensi meningkatkan budaya membaca siswa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2024