Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peranan juru rias pengantin dalam pelestarian tata rias Solo Putri di Kabupaten Tangerang. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari empat juru rias pengantin dan dua pemandu adat sebagai informan utama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap: deskriptif, kategorisasi, dan koneksi. Validasi data dilakukan menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu untuk menjamin keabsahan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa juru rias pengantin memegang peran sentral, tidak hanya sebagai pelaku teknis tata rias, tetapi juga sebagai penjaga nilai budaya Jawa. Mereka melestarikan tata rias Solo Putri melalui edukasi kepada klien, regenerasi kepada calon perias muda, serta adaptasi kreatif yang tetap mempertahankan keaslian budaya. Strategi yang digunakan antara lain menyampaikan filosofi riasan kepada klien, membuat konten edukatif di media sosial, serta menyelenggarakan pelatihan informal. Informan berharap agar pelestarian tata rias Solo Putri didukung oleh berbagai pihak melalui komunitas, lembaga pelatihan, festival budaya, hingga kebijakan pemerintah daerah.
Copyrights © 2025