Penelitian ini mengeksplorasi sejauh mana keterikatan emosional remaja dengan orang tua mereka berperan dalam mendorong keterbukaan pribadi (self disclosure) di kalangan remaja yang berdomisili di Kota Bukittinggi. Menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis korelasional, studi ini melibatkan 385 partisipan remaja yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel insidental. Data dikumpulkan menggunakan dua alat ukur, yakni skala keterikatan emosional dengan orang tua dan skala keterbukaan diri. Temuan analisis statistik menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat antara kedua variabel tersebut (r = 0,589; p < 0,01). Artinya, remaja yang memiliki hubungan emosional yang lebih dekat dengan orang tuanya cenderung lebih terbuka dalam mengekspresikan diri.
Copyrights © 2025