Work withdrawal behavior semakin menjadi masalah organisasi yang serius, terutama di kalangan pekerja Generasi Z yang menuntut keadilan dan pengakuan. Studi ini menganalisis bagaimana illegitimate tasks memengaruhi Work withdrawal behavior pada pekerja Generasi Z di Tangerang, dengan menggunakan Perceived Insider Status sebagai faktor perantara. Dengan metode Sa Purposive sample didapatkan 130 responden berdasarkan usia (18–28 tahun), status pekerjaan (kontrak atau permanen), dan masa kerja minimal satu tahun. Data diperoleh melalui Google Form menggunakan skala Likert 4 poin. SEM-PLS menunjukkan bahwa illegitimate tasks meningkatkan Perceived Insider Status dan memediasi Work withdrawal behavior. Temuan ini menerangi perilaku pekerja Generasi Z di tempat kerja dan menekankan pentingnya peran yang jelas, alokasi tugas, dan komunikasi antara pemberi kerja dan karyawan. Keadilan dan transparansi dapat mengurangi tingkat pengunduran diri pekerja muda
Copyrights © 2025