Dalam mengentaskan kemiskinan, pemerintah membentuk lembaga permodalan ekonomi PT PNM yang difokuskan untuk perempuan prasejahtera pelaku usaha mikro melalui program PNM Mekaar. Namun, di dalam pelaksanaannya, muncul isu-isu negatif yang beredar sehingga berpotensi mempengaruhi partisipasi masyarakat dan krisis kepercayaan nasabah. Krisis kepercayaan nasabah merupakan tantangan utama yang dapat menghambat keberhasilan Program Mekaar PT PNM. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak krisis kepercayaan terhadap nasabah dan strategi yang digunakan untuk mengatasinya. Dengan pendekatan kualitatif interpretif dan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis literatur. Teori yang digunakan yaitu manajemen isu yang dibagi menjadi tiga tahapan, yakni tahap identifikasi dengan monitoring media dan pelacakan berita negatif dengan Service Problem Report (SPR), tahapan analisis isu dengan memetakan krisis sesuai prioritas dan perumusan program pada saluran media komunikasi perusahan untuk merespon isu. Kemudian tahapan ketiga yaitu pelaksana program atau implementasi strategi komunikasi dengan melakukan pendampingan kasus sampai tuntas, mengadakan Sosialisasi Budaya anti-fraud ke petugas PNM Mekaar dan evaluasi penyelesaian setiap selesai pemberian materi. Hasil menunjukkan bahwa strategi manajemen isu PT PNM mencakup identifikasi isu melalui monitoring media, analisis risiko, serta pelaksanaan program seperti sosialisasi budaya anti-fraud dan evalusasi sistematis. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan model manajamen isu untuk lembaga keuangan mikro di Indonesia.
Copyrights © 2024