Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Vol. 1 No. 2

Analisis Ketidakseimbangan Fiskal Vertikal dan Horizontal di Jawa Timur Periode 2007-2012 (Studi Kasus 38 Kabupaten/Kota)

Lazuardi, Daldiri Zainin (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Jan 2013

Abstract

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Berbagai  faktor yang dimiliki oleh masing-masing daerah mampu menciptakan keberhasilan dari pembangunan tersebut, diantaranya adalah  sistem ekonomi, ketersediaan sumber daya, teknologi, efisiensi, budaya,  kualitas sumber daya manusia dan kualitas birokrasi.  Kebijakan fiskal merupakan pengelolaan anggaran pemerintah (budget) dalam rangka mencapai tujuan pembangunan. Kecenderungan yang  terjadi di banyak negara berkembang dalam mencapai keberhasilan pembangunan adalah  dilaksanakannya proses penguatan pemerintah daerah atau desentralisasi di sektor fiskal, yang di  Indonesia dikenal dengan otonomi daerah. Tingkat kemampuan fiskal dan juga kebutuhan fiskal di  tiap daerah menciptakan sebuah kondisi ketidakseimbangan fiskal. Dengan menggunakan data yang  terdiri dari 38 Kabupaten dan Kota yang ada di Jawa Timur dalam kurun waktu 6 tahun yaitu 2007-2012. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis  kondisi ketidakseimbangan fiskal baik vertikal  maupun horizontal di Kabupaten/Kota Jawa Timur pada tahun 2007-2012.Analisis  data  pada  penelitian  ini  menggunakan  Metode Koefisien Ketidakseimbangan Fiskal  Vertikal dan Indeks Theil untuk melihat ketidakseimbangan fiskal horizontal. Data yang digunakan  terdiri dari data APBD antara lain pendapatan asli daerah, porsi transfer, pinjaman dan total  pengeluaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode penelitian dari tahun 2007 hingga  tahun 2012 terdapat ketidakseimbangan fiskal baik dari sisi vertikal maupun horizontal.  Kecenderungan tingkat ketidakseimbangan fiskal dari tahun ke tahun semakin meningkat di tiap  daerah di Jawa Timur. Masih banyaknya daerah dari sisi pemerataan PAD Perkapita, PDRB  Perkapita dan Pengeluaran Perkapita bernilai negatif.Kata kunci: Desentralisasi Fiskal, Ketidakseimbangan Fiskal Vertikal, Ketidakseimbangan Fiskal  Horizontal

Copyrights © 2013