Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu umber pendaatan, mengingat Indonesia mempunyai banyak potensi pariwisata yang perllu digali dan dikembangkan. Perkembangan pariwisata Indonesia sedang mengalami iklim yang baik, bisa dilihat dari terus meningkatnya jumlah kedatangan wisatawan mancanegara yang terus mengalami kenaikan selama periode tahun 2010 sampai dengan 2015. Sektor pariwisata kini telah tumbuh menjadi sektor yang cukup menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan juga menjadi lahan yang bagus sebagai tempat berinvestasi. Salah satu daya tarik berinvestasi disektor ini adalah adanya peningkatan yang baik dalam hal perkambangan jumlah wisatawan luar negeri dan juga objek wisata  di  Indonesia. Diperlukan adanya  sinergi  yang  baik antara  investor,  perusahan, pemerintah serta masyarakat Indonesia guna terus meningkatkan potensi pariwisata Indonesia. Melihat tren positif pariwisata Indonesia, membuat sektor ini kedepannya dapat dijadikan sektor yang diperhitungkan dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia. Hal ini lah yang membuat sektor ini mempunyai daya tarik tersendiri untuk diteliti.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari beberapa variabel makroekonomi terhadap pergerakan harga saham sub sektor pariwisata, hotel dan restoran pada periode pengamatan 2010 sampai dengan 2015. Dimana variabel yang digunakan dalam penitian ini adalah: Inflasi, BI rate, dan Nilai tukar (Rupiah/dollar AS) sebagai variabel independen serta harga saham perusahan yang listed si BEI pada sub sektor pariwisata, hotel dan restoran. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah regresi data panel untuk melihat seberapa besar konsistensi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Kemudian dilakukan Uji F untuk menguji hipotesis secara simultan, dan Uji T dilakukan pengujian secara parsial antara variabel independen dan variabel dependen.Hasil menunjukkan bahwa variabel inflasi berpengaruh secara signifikan positif dan signifikan terhadap pergerakan harga saham sub sektor pariwisata, hotel dan restoran. Berbeda dengan BI rate yang menunjukan bahwa variabel ini berpengaruh secara positif namun tidak signifikan. Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap perubahan harga saham sub sektor pariwisata, hotel dan restoran.Kata kunci: Inflasi, BI rate, Kurs, Pariwisata
Copyrights © 2016