Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengaruh faktor individual dan situasional terhadap niat whistleblowing. Penelitian ini menggunakan tiga variabel sebagai faktor individual berdasarkan teori perilaku yang direncanakan (sikap, norma subyektif, dan kontrol perilaku persepsian), dan tiga sketsa digunakan untuk memanipulasi dua faktor situasional (tingkat keseriusan kecurangan, dan status pelaku kecurangan). Objek penelitian ini adalah auditor internal yang bekerja pada Satuan Pengawas Internal Perguruan Tinggi Negeri di Kota Malang. Data dari penelitian ini dikumpulkan melalui survei pada responden yang dipilih melalui teknik sampling jenuh, dimana 32 kuesioner diperoleh, dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) di SmartPLS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sikap, kontrol perilaku persepsian, dan tingkat keseriusan kecurangan berpengaruh positif terhadap niat whistleblowing. Sedangkan, norma subjektif dan status pelaku kecurangan tidak berpengaruh terhadap niat whistleblowing auditor internal yang bekerja pada Satuan Pengawas Internal Perguruan Tinggi Negeri di Kota Malang. Kata kunci: sikap, norma subjektif, kontrol perilaku persepsian, tingkat keseiruan kecurangan, status pelaku kecurangan, niat whistleblowing
Copyrights © 2018