Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Indeks Tunggal dalam pembentukan  portofolio  optimal  saham-saham  yang kontinu  masuk  kategori Indeks LQ-45 di Bursa Efek Indonesia periode Maret 2016 – Februari 2018. Jenis penelitian ini adalah studi empiris. Pemilihan sampel data dilakukan secara purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis didapat dari 26 saham anggota sampel diperoleh kombinasi sebanyak 7 saham yang dapat membentuk portofolio optimal dengan  proporsi  masing-masing,  yaitu:  Adaro  Energy  Tbk  (ADRO)  sebesar18,54%, United Tractors Tbk. (UNTR) sebesar 27,54%, Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebesar 13,44%, Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 26,97%, Bank  Negara  Indonesia   Tbk  (BBNI)  sebesar  11,95%,  Gudang  Garam  Tbk(GGRM) sebesar 0,98% dan Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) sebesar 0,59%. Berdasarkan portofolio optimal yang terbentuk maka return ekspektasinya adalah sebesar 3,18%. Dan risiko yang harus dihadapi dari hasil investasi pada portofoliotersebut adalah sebesar 0,067%. Kata Kunci : model indeks tunggal, portofolio optimal, indeks lq45.
Copyrights © 2018