Penghitungan harga pokok dengan sistem akuntansi biaya tradisional dapat menghasilkan informasi yang kurang tepat dan menimbulkan distorsi biaya. Pendekatan yang lebih modern seperti time-driven activity-based costing (TDABC) dapat memberikan hasil yang lebih akurat, terutama pada perusahaan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penghitungan harga pokok menggunakan sistem TDABC dengan sistem penghitungan yang digunakan oleh manajemen Hotel Chiaro. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif pendekatan studi kasus dengan sumber data primer dari wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan penghitungan dengan sistem TDABC menghasilkan harga pokok yang lebih kecil daripada sistem yang digunakan oleh manajemen, dengan selisih sebesar 60,85%, 59,34%, dan 42,56% untuk kamar jenis superior, twin, dan deluxe. Melalui sistem TDABC, diketahui biaya kapasitas tak terpakai sebesar Rp7.571.565,51 yang mencerminkan kapasitas tenaga kerja yang tidak dimanfaatkan secara maksimal. Sistem TDABC menghasilkan informasi biaya yang lebih akurat, sementara sistem yang digunakan manajemen menimbulkan terjadinya over-costing.Kata kunci: Time-driven Activity-based Costing, Harga Pokok Kamar Hotel, Studi Kasus, Analisis Deskriptif Komparatif
Copyrights © 2018