Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor persepsi, sosial-demografi dan keuangan terhadap preferensi masyarakat dalam penggunaan alat pembayaran non tunai. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 120, yang merupakan pengguna APMK dan uang elektronik di Kota Malang. Dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, penelitian ini menganalisis pengaruh persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, persepsi keamanan, persepsi kepercayaan, usia, pendidikan dan pendapatan terhadap frekuensi penggunaan alat pembayaran non tunai. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya preferensi dalam penggunaan alat pembayaran non tunai secara signifikan dipengaruhi oleh persepsi manfaat, persepsi keamanan, persepsi kepercayaan, usia, pendidikan dan pendapatan. Sementara itu, persepsi kemudahan penggunaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap preferensi dalam penggunaan alat pembayaran non tunai. Adapun hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam  menentukan kebijakan yang tepat untuk mengatasi  masalah rendahnya  pengguna transaksi non tunai  di  Indonesia, sehingga dapat mendorong pengguna transaksi non tunai di Indonesia untuk terwujudnya Less Cash Society (LCS). Kata  Kunci:  Preferensi,  Alat  Pembayaran  Non  Tunai,  Persepsi,  Sosial-Demografi, KeuanganÂ
Copyrights © 2018