Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat suku bunga, tingkat inflasi,dan giro wajib minimum terhadap permintaan dan penawaran kredit perbankan di Indonesia.Metode penelitian yang digunakan adalah pemodelan persamaan simultan. Data yang diperolehmerupakan data sekunder yang diterbitkan oleh Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI)Bank Indonesia, Federal Reserve Economic Data (FRED), dan Bank for International Settlements(BIS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing variabel memiliki pengaruhterhadap tingkat kredit perbankan. Suku bunga memiliki pengaruh negatif signifikan terhadappermintaan dan positif signifikan terhadap penawaran kredit perbankan. Akan tetapi, perubahanpermintaan dan penawaran yang terjadi kurang sensitif terhadap perubahan suku bunga yangditunjukkan oleh nilai elastisitas yang masing-masing bernilai kurang dari satu. Tingkat inflasimemiliki pengaruh signifikan negatif terhadap permintaan kredit perbankan. Perubahanpermintaan yang terjadi sensitif terhadap perubahan tingkat inflasi yang ditunjukkan oleh nilaielastisitas yang lebih dari satu. Kemudian pada variabel giro wajib minimum, pengaruhnyaterhadap penawaran kredit adalah signifikan negatif. Perubahan penawaran yang terjadi sensitifterhadap perubahan giro wajib minimum yang ditunjukkan dengan nilai elastisitas lebih dari satu.Hal tersebut kemudian yang menjadi dasar informasi dan pertimbangan kebijakan bagi pihak BankIndonesia untuk lebih memperhatikan instrumen-instrumen kebijakan dalam mengoptimalkantingkat kredit perbankan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikanreferensi dalam mengoptimalkan kredit perbankan selaku salah satu saluran dalam mekanismetransmisi dan kebijakan moneter di Indonesia.Kata kunci: Kredit Perbankan, Suku Bunga, Inflasi, Giro Wajib Minimum
Copyrights © 2019