Sukuk sebagai salah satu instrumen utang negara yang masih baru ternyata memiliki beberapa kendala dalamperkembangannya. Dua kendala dalam penerbitan Sukuk diantaranya adalah ketiadaan Islamic BenchmarkRate atau masih tergantung pada Conventional Benchmark Rate dan likuiditas pasar Sukuk yang masih rendahakibat dari penerbitan Sukuk yang terbatas. Untuk membuktikan kenyataan hal tersebut terjadi pada Sukuk diIndonesia, maka perlu penelitian lebih lanjut mengenai kedua kedala itu. Hasil penelitian ini sekaligus akanmenjadi bentuk optimalisasi Sukuk Negara di masa yang akan datang. Pertama, terkait Sukuk yang masihmengacu pada pasar konvensional dan makroekonomi akan dibuktikan pada: yield Sukuk yang dipengaruhioleh pasar domestik yang diwakili dengan yield SUN, pasar internasional yang dipengaruhi oleh yield UST,serta makroekonomi yang diwakili oleh exchange rate rupiah ke US dollar. Penelitian ini menggunakan metodeVAR/VECM. Kedua, kaitannya dengan likuiditas Sukuk yang mengakibatkan penerbitan Sukuk terbatas ditelitilebih lanjut mengenai kondisi market share Sukuk dengan melihat hubungan antara outstanding Sukuk yangmasih bergantung pada outstanding SUN dengan menggunakan metode regresi linier senderhana. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa: yield Sukuk masih mengacu pada yield SUN yang mencerminkan pasarkeuangan konvensional domestik, yield Sukuk mengacu pada yield UST yang mencerminkan pasar konvensionalkeuangan global, yield Sukuk mengacu pada exchange rate USD/IDR yang mencerminkan keadaanmakroekonomi Indonesia, dan kondisi pangsa pasar Sukuk masih dipengaruhi oleh pangsa pasar SUN, yaitukenaikan 1 satuan rupiah outstanding SUN membuat kenaikan 0.3 satuan rupiah outstanding Sukuk. Setelahdilakukan penelitian ini, terdapat beberapa saran optimalisasi Sukuk Negara diantaranya adalah PemerintahIndonesia mampu membuat dan menggunakan Kerangka Islamic Benchmark, investor mengurangi kepanikanatau sentimen investor akan guncangan pergerakan pasar atau indikator makroekonomi karena tidakmenimbulkan dampak permanen, dan pemerintah harus memperluas market share Sukuk Negara denganminimal target sama dengan SUN sebagai instrumen yang memiliki kedudukan sama sebagai instrumenpembiayaan APBN Indonesia. Kata kunci: Sukuk Negara, Yield Sukuk, Market Share Sukuk, Vectorautoregression(VAR), Regresi Sederhana
Copyrights © 2019