Perkembangan ekonomi digital membawa banyak perubahan pada segala aspek kegiatan ekonomi. Penggunaan media sosial adalah pemanfaatan teknologi informasi mampu mendukung kinerja usaha yang diperlukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi persaingan secara global. Permasalahan kualitas sumberdaya masih menjadi hambatan UMKM dalam proses adopsi media sosial untuk meningkatkan kinerjanya. Technology Readiness Internal merupakan upaya untuk melihat kesiapan proses adopsi teknologi baru oleh individu yang dilihat dari aspek optimisme, inovasi, ketidakamanan, ketidaknyamanan. Banyaknya penelitian yang meneliti adopsi teknologi informasi maupun media sosial pada UMKM sejauh ini hanya berkonsentrasi pada proses adopsi tanpa mengetahui lebih lanjut output dari proses tersebut. Studi ini memberikan perspektif tentang pengaruh pengadopsian media sosial pada kinerja UMKM. Dalam penelitian ini, model Partial Least Square Regression dipilih digunakan untuk analisis data yang berbentuk skala Likert. Data telah dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner pada UMKM di Kota Malang. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa variabel Optimisme (p-value 0.001<0.05) dan Inovasi (p-value 0.000<0.05) dalam pengadopsian media sosial memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Kinerja UMKM. Hasil pengujian variabel Ketidakamanan pada pengadopsian media sosial menunjukkan hasil negatif signifikan dengan nilai p-value 0.002(<0.05). Dan hasil pengujian variabel Ketidaknyamanan pada pengadopsian media sosial tidak memiliki pengaruh pada kinerja UMKM dengan p-value 0.074(>0.05). Kata kunci: Technology Readiness Internal, Media Sosial, Kinerja UMKM
Copyrights © 2019