UMKM merupakan tulang punggung perekonomian negara Indonesia yang membutuhkan peran strategis pemerintah dalam pengembangannya. Pemerintah melalui Kemenkop UKM berupaya mendukung UMKM untuk mendorong tumbuh kembangnya dengan menyuarakan kampanye Gerakan Nasional Bangsa Buatan Indonesia dan program UMKM Kelas. Di Kabupaten Malang, sektor UMKM memiliki kontribusi yang cukup tinggi terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat, hal ini dibuktikan besarnya jumlah sumbangan UMKM terhadap PDRB Kabupaten Malang yakni sebesar Rp 49 Trilyun dari total Rp 82 Trilyun PDRB Kabupaten Malang. Dalam mengembangkan UMKM yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kinerja bisnis nya. Kinerja bisnis dipengaruhi oleh banyak faktor, dan salah satu nya yakni modal sosial. Modal sosial adalah sebuah potensi yang dimiliki oleh kelompok masyarakat berupa, norma, jaringan sosial, nilai dan kepercayaan yang dianut kelompok masyarakat. UMKM Mendong “Bangun Mandiri†Desa Blayu merupakan umkm yang sudah lama ada di Desa Blayu yang memproduksi kerajinan Tikar Mendong. Dalam pengembangannya, UMKM Mendong Desa Blayu tidak lepas dari modal sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis modal sosial dalam proses produksi UMKM Mendong “Bangun Mandiriâ€. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial kepercayaan, norma, jaringan berpengaruh dalam kelangsungan UMKM Mendong “Bangun Mandiriâ€. Kepercayaan yang ada antara pengepul dengan pengrajin dalam bentuk peminjaman alat dan bahan baku mendong. Norma yang adalah norma tidak tertulis yang disepakati pengrajin. Jaringan terbentuk dari interaksi sosial pengrajin kepada pengrajin, pengepul kepada pengrajin dan pengepul (penjual) terhadap konsumen.Kata kunci: Modal Sosial, UMKM, Mendong, Kabupaten Malang.
Copyrights © 2022