Keamanan menjadi komponen penting dalam mendukung keberhasilan implementasi Smart City, terutama di tengah perkembangan teknologi informasi yang pesat. Kota Makasar, sebagai salah satu kota yang menerapkan konsep Smart City, menghadapi tantangan dalam menciptakan sistem keamanan yang terintegrasi dengan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Polri Makasar dalam mendukung Smart City melalui pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things, face recognition, dan predictive policing, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris, dengan menggabungkan studi kepustakaan dan pengumpulan data lapangan melalui wawancara serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengamanan berbasis teknologi. Polri Makasar telah menerapkan teknologi analisis data kriminal dan kamera pengawas, namun masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan pelatihan personel dan regulasi perlindungan data pribadi. Oleh karena itu, strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan dukungan regulasi menjadi langkah penting untuk memperkuat peran Polri dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang aman dan berkelanjutan di era digital.
Copyrights © 2025