Penelitian ini mengkaji reinterpretasi budaya Longko’ Toraja melalui perspektif Galatia 5:22-23 sebagai kontekstualisasi strategi dalam pengajaran Pendidikan Agama Kristen. Masalah yang dihadapi adalah kesenjangan antara nilai-nilai budaya Longko’ dan ajaran Kristen, yang dapat menimbulkan konflik identitas bagi orang Kristen Toraja. Tujuan penelitian adalah mengembangkan strategi kontekstualisasi yang memadukan kearifan lokal Toraja dengan ajaran Kristen tentang buah-buah Roh. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menganalisis sumber-sumber literatur terkait budaya Longko’, ajaran Kristen, dan teori kontekstualisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reinterpretasi budaya Longko’ melalui perspektif Galatia 5:22-23 memberikan landasan yang kuat untuk strategi kontekstualisasi yang relevan secara kultural dan transformatif secara spiritual. Proses ini menghasilkan model pengajaran integratif yang memadukan nilai-nilai Longko’ dengan buah-buah Roh, memungkinkan peserta didik Toraja mengembangkan identitas Kristen yang diwajibkan dalam budaya lokal. Kesimpulannya, pendekatan kontekstualisasi ini menawarkan jalan tengah yang menghargai warisan budaya sambil tetap setia pada esensi ajaran Kristen, menciptakan ruang dialog yang konstruktif antara iman dan budaya dalam konteks Pendidikan Agama Kristen di Toraja.
Copyrights © 2024