Kandungan kimiawi tanaman ini, seperti saponin, flavonoid, dan polifenol, menunjukkan adanya aktivitas farmakologis yang signifikan, termasuk sifat-sifat antioksidan dan immunomodulator. Selain itu, penting untuk memahami aspek toksikologi meniran guna memastikan keamanan penggunaannya dalam pengobatan. Dalam menguraikan informasi tentang pemanfaatan tradisional Meniran untuk pengobatan dan komposisi fitokimianya, penelitian ini menggunakan dua metode utama, yaitu pencarian sistematis literatur dan analisis tematik. Meniran memiliki peran yang penting dalam berbagai budaya sejak berabad-abad lalu. Tanaman ini digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sebagai diuretik, ekspektoran, peluruh haid, penambah nafsu makan, obat demam, diare, dan penyakit kuning, dengan metode konsumsi yang beragam dari segar hingga ekstrak. Meniran memiliki potensi sebagai bahan yang berharga dalam pengobatan alami, namun perlu perhatian terhadap dosis dan efek toksikologisnya untuk penggunaan yang aman dan efektif dalam pengobatan tradisional.
Copyrights © 2025