Bahasa Indonesia: Ketika jaringan rusak atau terinfeksi, proses yang disebut peradangan dimulai, yang dapat menyebabkan kemerahan, demam, pembengkakan, ketidaknyamanan, dan penurunan fungsi normal. Daun kenikir mengandung bahan kimia flavonoid yang mungkin memiliki sifat anti-inflamasi. Menemukan dosis optimal untuk mengurangi peradangan pada mencit putih jantan adalah tujuan utama dari penelitian ini. Dalam penelitian eksperimental ini, formulasi salep dibuat dengan memanfaatkan ekstrak daun kenikir dalam tiga konsentrasi berbeda: 10%, 15%, dan 20%. Uji pertama, yang berlangsung hingga hari kedelapan, melibatkan lima kelompok mencitputih jantan untuk menentukan efisiensi anti-inflamasi dari berbagai sediaan salep: hidrokortison asetat 2,5%, kelompok kontrol tanpa komponen aktif, dan empat konsentrasi salep yang mengandung ekstrak daun kenikir (10%, 15%, dan 20%). Sebelum beralih ke uji LSD, data dianalisis menggunakan statistik One Way ANOVA (Analysis One Variant). Analisis statistik pada penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi salep yang mengandung ekstrak daun kenikir pada konsentrasi 15% dan 20% mampu menurunkan inflamasi pada mencit putih jantan, dengan khasiat antiinflamasi paling besar ditunjukkan pada konsentrasi 20%.
Copyrights © 2025