Guru PJOK di Kabupaten Sijunjung masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan modul ajar dan asesmen Kurikulum Merdeka karena terbatasnya kompetensi dalam menerapkan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL), Culturally Responsive Teaching (CRT), serta pemanfaatan AI. Pembelajaran masih berpusat pada guru dan asesmen dilakukan secara konvensional, sehingga siswa kurang aktif dan pemahaman materi rendah. Tujuan untuk Meningkatkan kemampuan guru PJOK dalam menyusun modul ajar dan asesmen Kurikulum Merdeka berbasis TaRL, CRT, dan AI. Kegiatan dilakukan dalam tiga siklus—pelatihan, workshop/penerapan, dan pendampingan—dengan evaluasi melalui pretest dan posttest. Setelah pendampingan, guru mampu menyusun modul ajar Kurikulum Merdeka berbasis TaRL dan CRT secara mandiri dengan memanfaatkan AI. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dan berpusat pada siswa, asesmen lebih autentik dan berorientasi pada proses, serta terjadi peningkatan signifikan pada kemampuan pedagogik dan digital guru PJOK.
Copyrights © 2025