Latar belakang penelitian ini adalah tingginya prevalensi masalah kesehatan mental di kalangan mahasiswa, yang memerlukan intervensi promotif yang mudah diakses dan efektif. Origami, sebagai bentuk terapi seni, diyakini dapat menjadi salah satu solusi, namun bukti empiris mengenai efektivitasnya masih terbatas, khususnya di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi manfaat workshop origami terhadap kesehatan mental mahasiswa, khususnya dalam regulasi emosi, pengurangan stres, dan peningkatan suasana hati. Metode yang digunakan adalah workshop partisipatif bertema "Art Therapy through Paper" yang melibatkan mahasiswa Universitas Bunda Mulia. Kegiatan terdiri dari penyampaian materi kesehatan mental, praktik melipat origami (model bintang 8 unit), serta sesi refleksi dan diskusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur perubahan suasana hati sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta melaporkan peningkatan suasana hati yang signifikan, dari perasaan lelah dan cemas menjadi lebih senang, tenang, bersemangat, dan merasakan "healing". Workshop ini juga berhasil menjadi media ekspresi diri dan membangun ketahanan dalam menyelesaikan tantangan. Implikasi dari penelitian ini adalah origami dapat direkomendasikan sebagai intervensi kreatif yang sederhana, murah, dan aplikatif untuk mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa di lingkungan kampus, serta dapat diintegrasikan ke dalam program layanan kesehatan mental perguruan tinggi.
Copyrights © 2025