Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan jajan dengan status gizi remaja di SMAN 1 Bone. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah siswa kelas XI, dengan jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian berupa kuesioner kebiasaan jajan serta pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) untuk menghitung Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan variasi status gizi remaja, sebagian besar berada pada kategori normal, namun masih terdapat kasus gizi kurang, gemuk, dan obesitas. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kebiasaan jajan dengan status gizi (p = 0,005). Kesimpulan penelitian ini adalah kebiasaan jajan berperan dalam memengaruhi status gizi remaja. Pola jajan yang tidak sehat berpotensi meningkatkan risiko gizi kurang maupun obesitas. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi gizi kepada siswa, penyediaan jajanan sehat di sekolah, serta dukungan kebijakan dalam mengendalikan konsumsi jajanan tidak sehat.
Copyrights © 2025