Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Vol 21, No 2 (2017): Jurnal Studi Komunikasi dan Media

KOMUNIKASI KELOMPOK, DISKURSIF DAN PUBLIC SPACE (Studi Kasus Fenomena Eksistensi Diskursif di lingkungan KIP Daerah Provinsi Bengkulu)

Ari Cahyo Nugroho (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Dec 2017

Abstract

 Penelitian pendekatan kualitatif metode studi kasus ini ingin mengetahui eksistensi fenomena ‘diskursif’ di lingkungan lembaga KIP (D) Provinsi Bengkulu. Fokus permasalahan yaitu eksistensi fenomena diskursif dan eksistensi publikasi aktifitas ‘diskursif’. Hasilnya eksistensi fenomena aktifitas ‘diskursif’ di lingkungan KIPD Provinsi Bengkulu di antaranya menampakkan indikasi ‘dualisme’ dalam prakteknya. Fenomena ini muncul terutama berkaitan dengan a typology of six configurations of organization power is produced. Terkait dengan eksistensi publikasi aktifitas ‘diskursif’, memperlihatkan bahwa KIPD dimaksud masih kurang berusaha beradaptasi dengan lingkungannya. Sejalan dengan itu pula pihak KIPD secara relative masih cenderung kurang memaksimalkan fungsi KIPD sebagai a public space or a public place. Melihat sejumlah kelemahan KIPD terkait fungsinya sebagai public space, maka secara peraktis guna pemaksimalan fungsinya tadi, pihak pengelola KIPD perlu mengurangi pengaruh-pengaruh faktor ‘dualisme’ dalam aktifitas pemfasilitasan akifitas diskursif. Selain itu pihak KIPD perlu memaksimalikan publikasi aktifitas ‘diskursif’ KIPD dengan cara meningkatkan upaya-upaya adaptasi dengan lingkungannya, terutama seperti dengan pihak media. Terkait upaya dimaksud kiranya perlu untuk memahami lebih jauh mengenai hakikat eksistensi KIPD terkait dengan teori normatif Public Sphere Habermas. Bagi akademisi yang tertarik persoalan serupa maka untuk memahami lebih jauh mengenai fenomena eksistensi dimaksud kiranya perlu melakukan penelitian lebih lanjut dengan methode etnografi.

Copyrights © 2017