Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi infusa daun bambu petung (Dendrocalamus asper) terhadap vermisidal dan morfometri cacing dewasa Haemonchus contortus secara in vitro. Alat yang dipakai peenlitian adalah : kamera, spuit 3 ml, object glass, deck glass, mortir, pipet tetes, penangas air, mikroskop, stopwatch, counter check, oven, labu erlenmeyer, timbangan elektrik, gunting bedah, dan pipet. Bahan yang digunakan adalah infusa daun bambu, cacing dewasa Haemonchus contortus, akuadestilata, etanol, dan NaCl 0,62%. Penelitian diawali dengan pembuatan Infusa daun bambu petung 0,1% dan 1,2%. Sampel didapat dari koleksi Haemonchus contortus. Sampel Haemonchus dewasa diperoleh dari Rumah Potong Hewan (RPH), diambil dari abomasum kambing yang terinfeksi secara alami. Tingkat vermisidal cacing dewasa pada berbagai dosis dan waktu pengamatan serta perbedaan morfometri Haemonchus contortus diolah melalui ANOVA. Infusa daun bambu petung mempunyai perbedaan yang nyata terhadap vermisidal cacing dewasa Haemonchus contortus pada variasi dosis dan jam diamati. Dosis paling baik untuk meningkatkan vermisidal cacing yaitu infusa daun bambu petung 1,2%. Infusa daun bambu petung mempengaruhi morfometri cacing dewasa Haemonchus contortus terutama panjang tubuh, lebar papila cervical, dan panjang spikula pada jantan dan panjang tubuh, lebar papila servikal, dan panjang vulva pada betina.
Copyrights © 2024