Keberlangsungan UMKM turut berkontribusi dalam perekonomian lokal, namun UMKM ini seringkali menghadapi tantangan terkait fluktuasi harga barang yang dipengaruhi oleh tingkat inflasi yang tidak menentu serta daya beli konsumen yang tidak stabil. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh inflasi dan daya beli konsumen terhadap perubahan harga, elastisitas permintaan dan perilaku konsumsi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengambilan data melalui wawancara (melibatkan 15 pemilik UMKM sektor makanan dan minuman di Kota Bandung, yang dipilih secara purposive sampling) dan observasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif model interaktif dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi dan penurunan daya beli konsumen di Bandung memiliki dampak langsung terhadap perubahan harga yang diterapkan oleh UMKM sektor makanan dan minuman. Para pemilik usaha harus tetap jeli dalam menyesuaikan harga dan strategi pemasaran untuk bertahan dan tetap kompetitif di pasar yang semakin sensitif terhadap harga. Para pemilik UMKM mengakui bahwa elastisitas permintaan sangat dipengaruhi oleh inflasi dan daya beli konsumen namun terdapat tantangan besar dalam menjaga permintaan yang stabil di tengah perubahan harga. Dampak inflasi dan penurunan daya beli terhadap perilaku konsumsi di Kota Bandung sangat terlihat dalam perubahan pola konsumsi masyarakat yang lebih selektif, beralih ke produk yang lebih hemat, mengurangi frekuensi pembelian, dan beralih ke pembelian daring untuk mencari harga yang lebih kompetitif.
Copyrights © 2024